Tuesday, 13 December 2016

oyayaya • 2

Dulu, cita-citaku jadi presiden.

Tapi mama bilang,
  "mana mungkin."

"Kamu kan
          perempuan
               Cina
                    nasrani pula."

Terus kenapa

kalau aku terlahir berdada tanpa lingga, dari keluarga keturunan minoritas,
dan memilih untuk berlindung di balik ketek Nabi yang berbeda dari mayoritas?

He he he he
ha ha ha
h h h.

Tapi kalau dipikir lagi
kayaknya aku tidak ada pantas-pantasnya jadi presiden.

OSIS dan BEM tidak pernah mampir. Kuliah saja sering mangkir.
Sukanya cuma mencibir mahasiswa eksekutif yang boleh alfa tapi dianggap masuk
demi pasang wajah di kepentingan kampus yang kurang penting.

Pokoknya,                                            Supaya,
      kuliah supaya jadi sarjana.                  gaji di atas tiga juta.

Soalnya dunia ini jahat sama orang miskin.
Antagonisnya,
lebih-lebih dari ibu tiri Cinderella.

Makanya aku mau jadi sarjana.
Katanya itu salah satu syarat supaya bisa kaya.

Entahlah.

Monday, 12 December 2016

oyayaya • 1

Dia bilang, dia cinta kamu,
sampai-sampai nggak bisa hidup tanpa kamu.

Itu empat tahun yang lalu.

Tiga tahun yang lalu, kalian putus.

Terus?

Ya, nggak ada terusannya.
Kan kalian putus.

          Aku yang cuma narator
               (yang serba tidak tahu)
                    bisa apa?

Kadang kupikir,
kalian bisa bersama selama-lamanya.
Soalnya dia sudah membayangkan hidupnya sama kamu,
tapi mungkin kamu tidak.

Tidak tahu seberapa sering dia memikirkan rumah masa depan kalian,
minimalis seperti kesukaan keluarga muda masa kini,
pagarnya putih, temboknya merah muda.

Tidak tahu dia mau punya anak dua,
yang tua laki-laki, adiknya perempuan, dua-duanya mirip kamu,
ditambah seekor anjing gendut berkaki pendek seperti yang dimiliki Ratu Inggris.

Sudahlah.

          Aku yang cuma narator
               sebaiknya berhenti menginvestasikan perasaan
                    pada hal-hal kurang penting seperti hubungan fiktif kalian.

Wednesday, 23 November 2016

tulisannya • hobiku memang membual.


Ibarat penghujan,
aku adalah kubangan,
yang dibenci semua orang.

Ibarat kemarau,
suaraku sudah parau,
tapi masih hendak meracau.

Ah, ini semua cuma sandiwara,
dan bahkan lakonku tidak sempat bahagia.

Tapi tirai sudah jatuh,
menara terlanjur runtuh,
kita semua jenuh,

titik.

Tamat.

• • •

Wanita dalam foto bernama Veronica,
difoto tahun 2011.